Tips Perawatan Kecantikan Dan Kesehatan

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kecantikan Wajah

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kesehatan Tubuh

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Relationship

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Serba-Serbi

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Senin, 17 Juli 2017

Ingin Bullying Diberantas? Psikolog: Kuncinya Sejak dari Keluarga

Bullying atau perundungan nyata-nyata tidak hanya dialami oleh anak atau remaja berkebutuhan khusus, tetapi mungkin hampir semua orang pernah mengalaminya.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Lantas bagaimana memutus mata rantai ini? "Wah ini sih never ending problem ya. Jangankan anak berkebutuhan khusus, anak biasa juga mengalaminya," tandas psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, M.Psi.

Apalagi bullying di Indonesia rata-rata bersifat sistematis, dan seringkali tidak disadari, kecuali mungkin oleh korban.

Untuk itu bila ingin bullying diberantas, maka edukasinya harus dilakukan secara luas. Namun yang terpenting adalah memberikan pemahaman yang tepat sejak seseorang berada di unit terkecil dalam masyarakat, yaitu keluarga.

"Children see, children do. Anak melihat orang tua menghalalkan segala cara, termasuk fisik untuk menyelesaikan masalah. Di situ mereka akan meniru," terangnya kepada detikHealth baru-baru ini.

Dengan melihat orang tua yang seperti ini, anak merasa begitulah caranya memecahkan masalah yang benar. "Ingat, kekerasan itu beda tipisnya dengan galak. Orang tua sendiri sering tidak menyadari itu," imbuhnya.

Psikolog yang berpraktik di RaQQi - Human Development & Learning Centre tersebut menambahkan, dengan penanaman dan pembentukan perilaku di keluarga sangatlah krusial karena akan menentukan perilaku masyarakat.

Lagi-lagi Ratih mengingatkan secara umum bullying tidak dapat dibenarkan. Bagaimanapun, tindakan ini menimbulkan efek negatif, baik pada pelaku maupun korban bullying itu sendiri.

"Perlu diingat, pelaku bullying itu juga bermasalah. Dari sisi pelaku, ia jadi cenderung mengembangkan perilaku negatif kemudian sulit berinteraksi dengan orang lain," pesannya.

Hanya saja pada korban, efeknya memang lebih buruk dari pelaku bullying itu sendiri.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Butuh Fotographer Produk Terbaik Dengan Harga Paket Termurah, Silahkan Hubungi Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Seberapa Efektif Activity Trakcer untuk Tingkatkan Olahraga?

Masih tentang orang Indonesia yang disebut-sebut 'malas' jalan kaki, tak ada cara lain untuk mengubahnya kecuali mulai mengubah mindset mengenai gaya hidup sehat.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Kita harus tetap memulainya walau fasilitas umum kurang mendukung untuk pejalan kaki, terlebih banyak pengendara bermotor yang mengalih fungsikan trotoar untuk jalanan mereka.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Michael Triangto, SpKO mengungkapkan bahwa tidaklah sulit untuk mulai berolahraga, asalkan memiliki niat yang baik untuk memulai hidup sehat.

"Lakukanlah yang bisa dilakukan, jangan ditunda-tunda," tutur dokter yang praktik di RS Mitra Kemayoran itu.

dr Michael menuturkan bahwa untuk mulai olahraga penting membuat target, contohnya target 10 ribu langkah per hari. "Target itu kan relatif, sesuatu yang belum kita dapatkan menjadi obsesi untuk didapat pada masa mendatang," imbuhnya.

Untuk mencapai target tertentu, dr Michael menggunakan aplikasi activity tracker yang sudah umum ada di perangkat smartphone. Menurutnya penggunaan aplikasi ini cukup efektif untuk mencapai target.

"Jenis-jenisnya yaitu bisa menghitung langkah, menghitung anak tangga kalau kita naik turun, bisa menghitung panjang langkah juga tapi harus pakai alat bantu, berapa jam dan jaraknya. Tetapi akurasinya masih dipertanyakan karena panjang langkah kaki setiap orang kan berbeda," ujarnya.

Di era teknologi yang berkembang pesat ini membuat pekerjaan manusia juga lebih mudah, namun dampak buruknya juga bisa membuat manusia menjadi lebih malas jika tidak digunakan dengan bijak. Kamu pilih yang mana?

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Tipsperawatanwajahdantubuh Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Butuh Fotographer Produk Terbaik Dengan Harga Paket Termurah, Silahkan Hubungi Jasa Iklan Fanpage Kiella Digital Adv!

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/Tipsperawatankecantikandankesehatan)