Tips Perawatan Kecantikan Dan Kesehatan

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kecantikan Wajah

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Seputar Kesehatan Tubuh

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Relationship

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Serba-Serbi

Informasi Pasang Iklan, Silahkan hubungi team advertising kami (Wa: 082165725806)

Kamis, 22 Juni 2017

Mau Mudik Lewat Jalan Tol Baru? Perhatikan Hal-Hal Berikut

Pilihan jalur mudik tahun ini makin beragam, dengan dibukanya beberapa jalur fungsional yang merupakan jalan tol yang belum selesai dibangun. Karena jalan tol ini belum dibuka resmi, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melewatinya. Agar perjalanan mudik tetap nyaman dan selamat hingga ke tempat tujuan.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Pastikan bensin penuh sebelum masuk tol baru
Tol baru belum memiliki fasilitas untuk pengisian bensin di rest area. Untuk itu, pastikan bensin penuh sebelum Anda memasuki tol baru. Sehingga di tengah perjalanan tidak ada kejadian bensin habis, dan mudik harus tertunda karena menunggu pertolongan.

Bawa makanan yang cukup
Karena faktor rest area yang belum ada, pastikan Anda membawa bekal makanan yang cukup ketika masuk tol baru. Tentunya tidak ada yang senang bukan, mudik dengan perut kelaparan? Dengan pasokan makanan yang cukup, maka pengemudi dan penumpang dapat mengisi perut, sehingga konsentrasi tetap terjaga.

Konsentrasi yang super
Konsentrasi menjadi hal yang harus dipertahankan selama melewati tol baru ketika mudik, karena jalurnya sendiri tidak mulus dan ada beberapa bagian yang belum selesai. Apalagi beberapa rambu-rambu, merupakan rambu darurat yang dipasang demi kemudahan perjalanan untuk sementara. Tentunya Anda tidak ingin perjalanan terhambat karena kejadian buruk, akibat tidak konsentrasi bukan?

Pastikan kondisi mobil baik
Kondisi jalan tol baru masih belum terlalu baik untuk kecepatan tinggi. Untuk itu, pastikan kondisi mobil baik, mulai dari mesin, lampu, hingga pendingin udara. Karena jalanan masih sangat berdebu, sehingga tidak mungkin membuka jendela kaca untuk mendapatkan angin segar. Kondisi jalan yang tidak rata juga menyebabkan mobil harus selalu dalam keadaan prima untuk mudik.

Stres Akibat Macet Saat Pulang Kampung? Ini Saran dari Dokter Jiwa

Arus mudik menjelang lebaran tak lepas dari kemacetan lalu lintas. Jarak tempuh ratusan kilometer dan memakan waktu perjalanan berjam-jam acap kali membuat pemudik menjadi stres. Jika demikian, bagaimana mengatasinya?
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Menurut dr Andri,SpKJ,FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera, beberapa hal yang bisa dipersiapkan menjelang kepergian mudik adalah menjaga kondisi fisik tetap sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan berolahraga jika memungkinkan, terlebih jika menyetir kendaraan sendiri.

"Pastikan tidur cukup tiga hari sebelum mudik, minimal 6,5 jam per malam," kata pemilik akun Twitter @mbahndi kepada detikHealth.

Selain itu, lanjut dr Andri, siapkan juga kendaraan dengan baik, usahakan tidak ada masalah pada ban ataupun pada mesin kendaraan.

Kemudian, dijelaskan pria berkacamata ini, jika dari awal sudah mengantisipasi akan adanya kemacetan, maka pikiran sebenarnya sudah disiapkan akan terjadinya hal tersebut.

"Hal ini bisa menjadi salah satu 'terapi kognitif' buat diri sendiri. Jika menghadapi macet, maka sebenarnya itu sudah diprediksikan," ucap dr Andri.

Menurutnya, itu juga bisa memberikan input positif kepada pikiran bahwa walaupun macet tetapi nanti akan ada momen bahagia yakni bertemu dengan sanak keluarga.

"Kita juga diliputi perasaan bahagia masih bisa mudik dan bertemu dengan orang yang kita cintai," imbuh dr Andri.

Jadi paling sering yang harus diingat adalah segala sesuatu baik yang baik dan buruk berkaitan dengan stres itu adalah bagian dari persepsi diri sendiri.

"Pikiran menjadi penting karena pada dasarnya stres yang dirasakan buruk oleh diri kita itu tergantung dengan persepsi kita sendiri," kata dr Andri.

★★★
Terima Kasih Sudah Membaca Artikel Dari Portal Berita Kecantikan Gifiskincare Mohon Berikan Like,Comment, Atau Share Jika Informasi Yang Kami Sajikan Bermanfaat.

★★★
Berminat Punya Toko Online dalam Format Fanpage Facebook? Segera Hubungi kami disini (https://www.facebook.com/KiellaDigitalAdv/)

★★★
Ingin Konsultasi Atau Beriklan di Portal Berita Kami? Cukup Click Link berikut ini (http://m.me/PortalBeritaKecantikanGifiskincare)

Serangan Microsleep di Mata Para Sopir Angkutan Mudik

Para pengemudi bus antarkota ternyata cukup akrab dengan fenomena microsleep atau tidur sesaat karena sel-sel otak kelelahan dan mengalami shut down. Mereka punya cara masing-masing untuk mengatasinya.
Sponsor: jasa pembuatan fanpage

Microsleep adalah kondisi ketika sebagian sel otak 'tidur' untuk sesaat. Pada kondisi ini, secara tidak sadar indera penglihatan dan pendengaran gagal menjalankan fungsinya dengan optimal. Durasinya sangat singkat, hanya sekitar 1 hingga 10 detik.

Para pengemudi bus sering mengalami hal semacam ini. Salah satunya Dedi, pengemudi bus yang membawa rombongan pemudik dari Jakarta menuju Yogyakarta. Dedi mengaku pernah mengalami serangan microsleep selama kurang lebih 3 detik.

"Biasanya kalau ngantuk kayak gitu ngucek-ngucek mata, terus cuci muka," ujarnya kepada detikHealth, Kamis (22/6/2017).

Kadang-kadang, kondisi seperti ini tidak sampai membuatnya harus menghentikan bus yang dikendarainya. "Terus minum air putih, ngantuknya hilang," imbuhnya.

Beda lagi dengan pengemudi bus lainnya, Adi yang mengatakan bahwa ia akan menghentikan busnya jika mulai merasakan tanda-tanda microsleep mulai menyerang.

"Kalau kira-kira kurang memungkinkan ya kita minggir, kasih sebelahnya (supir cadangan) kalau ada gantinya. Kalau sendiri ya kita tetep berhenti," tutur Adi yang membawa rombongan pemudik tujuan Blitar, Jawa Timur.
Pengemudi yang mengalami microsleep saat mengemudi berpotensi menyebabkan kecelakaan. Karena setelah sadar dari kondisi 'tidur' sesaat akan menimbulkan rasa kaget dan mengurangi kemampuan mengemudi.

Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Moeloek SpM(K) menyarankan kepada pengemudi untuk beristirahat ketika mulai merasa lelah dan kantuk. "Tiap empat jam mereka harusnya istirahat," jelas Menkes Nila, ditemui saat melepas rombongan mudik bersama karyawan Kementerian Kesehatan di halaman kantornya, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"Kalau capek istirahat, jangan ngoyo (memaksakan diri)," pesannya kepada para pengemudi.